Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2010


Terlepas dari kurangnnya persyaratan umum yg dimiliki, pada dasarnya bank memiliki mekanisme dan standar tersendiri dalam menilai kredibilitas calon nasabah. Pihak bank akan sangat selektif bahkan tak segan menuntut calon pengguna KPR mengikuti tata cara dan menyiapkan segala dokumen yg diperlukan.

Riwaya kredit Anda yg jeblok sudah terdata dalam data BI-checking pada Sistem Informasi Debitur (SID) yg bisa diakses oleh bank maupun lembaga keuangan lainnya. Apabila Anda mempunyai riwaya kredit yg buruk atau tunggakan, bank pasti akan segera mengetahuinya setelah mengecek SID, sehingga kredit Anda pun ditolak dgn cepat.

Parahnya, yg dimaksud kredit tertunggak bukan hanya kredit yg tidak bisa kita bayar, namun termasuk hal2 yg terasa sepele, seperti kurang bayar uang materai sehingga menumpuk, kartu kredit tidak dibayar atau bisa karena pinjaman motor tidak dilunasi atau selalu telat bayar.

Berikut ini ada beberapa langkah jitu agar lolos dari screening bank dalam pengajuan KPR.

1. Persiapkan Dokumen Anda Sebaik-baiknya

Jika Anda karyawan swasta :
– surat keterangan bekerja dari perusahaan dimana Anda bekerja (masa kerja min 2 tahun tmsk masa kerja sbg calon pegawai)
– slip gaji terakhir
– surat keterangan lamanya bekerja dan jabatan terakhir
– catatan rekening bank ( min 3 bulan terakhir )

Jika Anda wiraswastawan :
– daftar pelanggan Anda (bila ada)
– daftar supplier Anda (bila usaha bersifat distribusi)
– bukti transaksi keuangan Anda dgn pelanggan (spt bon atau faktur)
– NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
– SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) apabila usaha bersifat dagang
– TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

Jika Anda seorang profesional/praktisi di bidang tertentu seperti dokter dan konsultan :
– daftar para pelanggan atau klien Anda (bila memungkinkan)
– bukti transaksi keuangan Anda dengan pelanggan (ex. bukti transfer atau faktur)
– catatan rekening bank (min 3 bulan terakhir)
– NPWP
– surat izin praktek

2. Memperbaiki Penampilan Keuangan Anda

Pihak Bank biasanya akan mengecek rekening pribadi Anda apakah sesuai dengan slip gaji yg Anda sertakan dalam kelengkapan syarat pengajuan kredit, biasanya pemasukan rekening selama 3-6 bulan terakhir. Bank tidak mempermasalahkan apakah jumlah tsb berkurang atau tidak. Data yg dibutuhkan hanyalah bukti transfer di awal bulan.

Tapi jika Anda seorang karyawan yg menerapkan sistem gaji secara cash/bukan transfer, sebisa mungkin gaji Anda tsb Anda masukkan ke rekening terlebih dahulu, sebelum Anda menggunakan untuk kebutuhan sehari-hari, agar pihak Bank dapat membuktikan bahwa Anda memang memiliki penghasilan secara rutin sebesar minimal sekian rupiah setiap bulannya.

3. Tunjukkan I’tikad Baik Anda

Pihak Bank biasanya akan melakukan BI-checking untuk mengetahui apakah Anda memiliki utang di tempat lain ataukah memiliki riwayat buruk berkenaan dengan masalah kredit.

Hati2 dengan hal ini, karena jika Anda memiliki utang usahakan agar pembayaran tagihannya tidak terlambat, apalagi macet, karena datanya akan masuk dan dilaporkan secara berkala setiap bulannya ke database BI, yg memuat data identitas debitur, fasilitas pinjaman yg pernah Anda terima, jangka waktu pembiayaan, serta kondisi pembayaran Anda dalam 2 tahun terakhir. Dan pihak Bank akan mengakses data tsb untuk mengetahui karakter dan itikad baik Anda selama ini dalam hal kredit.

Lalu bagaimana jika Anda sudah terlanjur memiliki itikad kurang baik atau memiliki utang di tempat lain?

Langkah paling efektif adalah Anda harus menunda permohonan KPR dan melancarkan dulu pembayaran utang Anda di tempat lain paling tidak sampai 12 bulan terakhir. Setelah itu bisa kembali mengajukan permohonan KPR.

Jika ingin mengetahui status riwayat kredit Anda, cek di tempat BAnk Anda mengajukan kredit dengan mengakses Informasi Debitur Individual (IDI) pada SID di Gerai Info Bank Indonesia, di Jalan Thamrin Jakarta Pusat.

4. Proporsional Dalam Cicilan Utang

Jika proporsional utang Anda lebih dari sepertiga atau sekitar 33% dari jumlah penghasilan rutin yg Anda terima setiap bulan, bisa dipastikan pihak Bank akan menolak permohonan kredit Anda, karena memiliki tingkat kerawanan yg tinggi dalam hal kemampuan membayar cicilan setiap bulannya.

Contoh: bila penghasilan Anda per bulan Rp 5 juta, tapi memiliki cicilan kredit di tempat lain sebesar Rp 2 juta, belum ditambah cicilan KPR Anda jika diluluskan, total jumlah cicilan Anda jadi lebih dari 33% bukan?

Langkah terbaik adalah Anda mengurangi dulu porsi cicilan utang Anda yg melebihi 33%. Bagi pihak Bank, cicilan semua utang Anda plus cicilan KPR Anda (apabila diluluskan) tidak boleh melebihi porsi sepertiga atau 33% dari total penghasilan rutin Anda.

5. Kelengkapan Dokumen dari Agunan Anda

Dokumen2 tersebut berupa : Sertifikat Tanah, Sertifikat IMB + blue print, serta SPPT PBB terakhir yg Anda bayarkan. Ini artinya, selama jangka waktu peminjaman, semua dokumen tersebut akan berada di bank, dan akan dikembalikan kepada Anda setelah masa cicilan Anda habis. Konsekuensinya, Anda tidak bisa mengajukan KPR di tempat lain dengan agunan yg sama. Atau jika Anda tidak bisa membayar, semua agunan tsb akan disita oleh Bank.

Iklan

Read Full Post »